10 Eksekutif Dunia dengan Gaji Tertinggi

VIVAnews – Belum lama ini publik sempat diributkan dengan penghasilan pimpinan puncak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dianggap terlalu tinggi. Penghasilan eksekutif BUMN itu jauh berlipat ganda jika dibandingkan penghasilan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Berdasarkan data laporan keuangan sejumlah BUMN, gaji direktur utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sekitar Rp7,22 miliar per tahun. Sementara itu, direksi PT Bank Mandiri Tbk minimal menerima penghasilan Rp7 miliar per tahun.

Walau bukan perbandingan yang setara, gaji yang diterima bos-bos BUMN itu bagaikan bumi dan langit jika dibandingkan dengan penghasilan pemimpin perusahaan terkemuka di dunia.

Seperti dikutip dari laman cnn.com, Rabu, 13 April 2011, saat ini terdapat sekitar 20 eksekutif (chief executive officer/CEO) yang memperoleh penghasilan hingga jutaan dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah selama 2010. Sejumlah CEO itu memperoleh kompensasi hingga dua kali lipat bahkan tiga kali lipat selama tahun lalu.

Laporan CNN itu mengacu pada riset yang dilakukan oleh Equilar Inc, sebuah perusahaan riset gaji para eksekutif yang berbasis di California, Amerika Serikat.

Penghasilan yang dihitung mencakup gaji yang diterima, pembayaran bonus berdasarkan kinerja, penghargaan berupa saham baru, dan kompensasi lainnya.

Philippe P. Dauman
Dauman menjabat sebagai presiden direktur dan CEO Viacom sejak September 2006 dan telah menjadi anggota dewan direksi sejak 1 Januari 2006. Jabatan Dauman sebelumnya adalah direktur sejak 1987. Sebelum bergabung dengan Viacom, Dauman sebelumnya bekerja sebagai co-chairman dan CEO dari sebuah perusahaan private equity, DND Capital Partners LLC yang khusus bergerak di bidang investasi media dan telekomunikasi.

2. Ray R Irani

Ray R. Irani
Posisi kedua sebagai CEO dengan penghasilan terbesar 2010 adalah Ray R Irani yang merupakan pimpinan dari perusahaan minyak Occidental Petroleum. Sebagai bos perusahaan minyak, Irani memperoleh penghasilan tahun lalu sebesar US$76,107 juta atau setara Rp684,96 miliar. Penghasilan tersebut terdiri atas gaji US$1,191 juta, bonus US$32,97 juta, penghargaan berupa saham baru US$40,25 juta, serta penghasilan lainnya US$1,69 juta. Berbeda dengan Dauman, Irani tidak memperoleh penghasilan dari sumber option granted.

Pria berusia 76 tahun ini sudah menjadi pimpinan dan CEO Occidental Petroleum Corporation sejak 1990 dan menjabat sebagai presiden direktur sejak 2005-2007. Irani akan diangkat sebagai executive chairman pada Mei 2011.

3. Lawrence J Ellison

Lawrence J. Ellison

Sebagai CEO dan pendiri perusahaan teknologi informasi, Lawrence J Ellison memperoleh penghasilan sepanjang 2010 sebesar US$70,14 juta atau setara Rp631,26 miliar. Sebagai CEO yang telah lama mengendalikan Oracle dari 1977, Ellison mengantongi pendapatan berupa gaji pada 2010 sebesar US$250 ribu atau lebih kecil dibandingkan dua CEO sebelumnya.

Penghasilan terbesar eksekutif yang dianggap visioner dalam bidang teknologi informasi ini berasal dari option granted yang mencapai US$61,94 juta. Sementara itu, penghasilan dari bonus sebesar US$6,45 juta. Pundi-pundi uang Ellison semakin gemuk dengan tambahan penghasilan dari sumber lain yang mencapai US$1,49 juta.

4. Michael D White

Michael D. White

Sebagai pimpinan perusahaan DIRECTV yang baru efektif menjabat sebagai CEO pada 1 Januari 2010, pendapatan White terhitung tinggi yaitu mencapai US$32,93 juta atau setara Rp296,37 miliar.

Pendapatan mantan direksi PepsiCo periode 2003-2009 ini sebagian besar berasal dari penghasilan saham yang mencapai US$14,69 juta, diikuti option granted US$12,49 juta. Gaji yang diterima White dari DIRECTV hanya mencapai US$1,45 juta dan penghasilan lainnya mencapai US$296,94 ribu.

5. John F Lundgren

John F. Lundgren

Lundgren merupakan presiden direktur dan CEO dari perusahaan yang bergerak di berbagai industri seperti konstruksi hingga sistem keamanan Stanley Black & Decker. Sebagai pimpinan perusahaan, dia menerima penghasilan sepanjang 2010 sebesar US$32,57 juta atau setara Rp293,13 miliar.

Sama dengan CEO sebelumnya, pendapatan Lundgren terbesar berasal dari penghasilan saham yang mencapai US$25,34 juta. Lundgren juga memperoleh pendapatan besar dari bonus sebesar US$4,34 juta. Sementara itu, pendapatan dari option granted mencapai US$1,255 juta.

Penghasilan Lundgren yang berasal dari gaji mencapai US$1,21 juta dan penghasilan dari sumber lain sebesar US$416,13 ribu.

6. Brian L Roberts

Brian L. Roberts
Sebagai pemimpin perusahaan telepon kabel, TV kabel digital, dan internet Comcast Corporation, Brian Roberts terpilih sebagai CEO pada November 2002. Dia kemudian diangkat sebagai pimpinan perusahaan pada Mei 2004. Pria berusia 50 tahun itu menerima penghasilan sepanjang 2010 sebesar US$28,15 juta atau setara Rp253,35 miliar.

Pendapatan terbesar Roberts yang sudah menjabat sebagai direktur Comcast pada 1988 berasal dari bonus yang mencapai US$10,92 juta. Sementara itu, pendapatan dari saham dan option granted masing-masing sebesar US$5,31 juta dan US$5,92 juta.

Di samping tiga sumber pundi-pundi uang itu, Roberts masih menerima penghasilan dari sumber lain yang nilainya mencapai US$3,20 juta.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, total kompensasi yang diterima Robert naik 13 persen.

7. Robert A Iger

Robert A. Iger

Lagi, satu pimpinan perusahaan dari industri yang bergerak di bidang media masuk sebagai CEO bergaji tertinggi pada 2010. Robert A Iger merupakan pimpinan dan CEO Walt Disney yang dijabatnya sejak Oktober 2005.

Perusahaan yang terkenal dengan produk animasi Mickey Mouse ini memberikan penghasilan kepada Iger pada 2010 sebesar US$28,02 juta, atau setara Rp252,18 miliar. Iger menikmati pendapatan terbesarnya yang berasal dari bonus sebesar US$13,46 juta atau lebih dari 6 kali lipat dari gaji yang diterimanya sebesar US$2 juta.

Sumber penghasilan Iger lainnya adalah dari saham sebesar US$7,36 juta dan option granted US$4,39 juta. Tambahan kekayaan mantan Presiden Walt Disney International dan Presiden ABC Group ini adalah penghasilan lain-lain sebesar US$798,43 ribu.

Jika dibandingkan dengan penghasilan yang diterimanya tahun lalu, Iger menikmati kenaikan kompensasi sebesar 30 persen.

8. Alan Mulally

Alan Mulally

Eksekutif ini adalah salah satu CEO dari sektor otomotif yang tampil sebagai penerima penghasilan terbesar selama 2010. Alan Mulally adalah CEO dan pemimpin perusahaan Ford Motor Company yang menerima penghasilan tahun lalu sebesar US$26,52 juta atau setara Rp238,68 miliar.

Penghasilan terbesar mantan executive vice president Boeing Company ini berasal dari bonus yang mencapai US$9,45 juta, diikuti penghasilan dari option granted sebesar US$7,50 juta dan saham US$7,49 juta.

Mulally tahun lalu menerima gaji sebesar US$1,4 juta dengan penghasilan dari sumber lain sebesar US$678,02 ribu.

Sebelum bergabung dengan Ford Motor, Mulally lebih banyak bekerja di bidang industri penerbangan, di antaranya dengan menjabat president and chief executive officer of Boeing’s space and defense businesses, serta menjadi penasihat NASA dan sejumlah universitas ternama di Amerika Serikat.

9. Samuel J Palmisano

Samuel J. Palmisano dan Barack Obama

Satu lagi CEO dari sektor teknologi informasi (TI) yang masuk dalam jajaran 10 besar eksekutif berpenghasilan terbesar 2010 adalah CEO IBM, Samuel J Palmisano. Tahun lalu, dia memperoleh penghasilan sebesar US$25,18 juta, atau setara Rp136,62 miliar.

Palmisano pertama kali bergabung dengan IBM pada 1973. Kini, pria berusia 59 tahun tersebut menerima gaji sebesar US$1,8 juta selama 2010.

Namun, pundi-pundi Palmisano yang paling besar berasal dari penghasilan saham yang nilainya mencapai US$13,32 juta. Pria yang pernah menjabat direktur di perusahaan minyak, Exxon Mobil Corporation juga memperoleh bonus pada 2010 sebesar US$9 juta. Sedangkan penghasilan dari sumber lain mencapai US$1,06 juta.

10.  David N Farr

David N. Farr

Sebagai pimpinan puncak dan CEO dari perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur dan industri, khususnya kelistrikan, David N Farr, memperoleh penghasilan sebesar US$22,94 juta, atau setara Rp206,46 miliar pada 2010.

Pendapatan terbesar mantan CEO anak usaha Emerson di Hong Kong Astec International ini sebagian besar berupa penghasilan dalam bentuk saham senilai US$19,08 juta. Sementara itu, penghasilan yang bersumber dari gaji hanya mencapai US$1,19 juta.

Farr tahun lalu memperoleh bonus dari perusahaan sebesar US$2,2 juta dan penghasilan dari sumber lainnya senilai US$474,86 ribu. (art)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s