Polri Gelar Barang Bukti Teror Bom

 

VIVAnews – Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menggelar barang bukti dari kasus aksi teror kelompok bom buku. Kepala Puslabfor Brigjen Handayono menjelaskan temuan barang bukti berdasarkan kronologi aksi teror bom buku yang terjadi Maret lalu.

Teror bom terakhir mencuat adalah bom diletakkan di jalur pipa gas dekat Gereja Christ Cathedral, Serpong, Banten. “Di TKP Gereja Christ Cathedral, dua bom meledak, yang tiga lagi tidak,” kata Handayono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 26 April 2011.

Tim kemudian menganalisis komposisi bom yang belum meledak. Menurut Handayono, teknik pembuatan bom ini mengunakan komposisi berbeda dengan aksi bom yang pernah terjadi. “Di sini kebanyakan mereka menggunakan baterai HP (telepon genggam),” kata Handayono.

Namun Handayono tidak menjelaskan lebih rinci mengenai kegunaan baterai HP tersebut terhadap daya ledak. Polisi hanya memperlihatkan baterai telepon genggam bersama rangkaian korek api dari gas ukuran besar yang diikat menjadi satu bundel dengan lakban.

Selain itu, tampak pula barang-barang bukti lain disimpan dalam boks plastik besar, antara lain berupa pipa besi kecil, pipa besi besar, pipa PVC, kembang pagar, senter, petasan kertas, korek gas, telepon genggam merek LG dan Nokia, baterai telepon genggam, aluminium foil, dan sebagainya.

Sebelum bom ini, teror bom buku juga ditemukan di empat lokasi, beberapa waktu lalu. Menurut polisi, bom-bom itu berdaya ledak rendah. Keempat lokasi penemuan bom itu adalah kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan kayu, kantor Badan Narkotika Nasional, kediaman artis Ahmad Dhani, dan kediaman Japto Soeryoseomarno. “Bahan bakunya dari chlorat,” kata Handayono.

Sementara itu, bom buku di Kompleks Perumahan Kota Wisata, Bogor, juga berdaya ledak rendah. Bom itu sempat diamankan oleh tim Gegana. “Bomnya meledak di tengah jalan, tapi tak menimbulkan korban,” imbuhnya. Demikian juga bom diletakkan di selokan Jalan Raya Puspitek, Tangerang. “Ini juga meledak tapi tidak menimbulkan korban,” kata Handayono.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s