Padang Bangun Kebun Binatang Pendeteksi Gempa

VIVAnews – Riset pengurangan risiko bencana memanfaatkan insting hewan akan dibangun di Padang. Pembangunan kebun binatang mini akan dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami. Hewan yang memiliki insting bagus tentang kebencanaan akan ditempatkan di lokasi tersebut nantinya.

Seberapa efektif menggunakan isnting hewan untuk memberikan peringatan dini bagi warga di pinggir pantai barat Samudera Hindia ini? Signal peringatan dini yang diberikan sejumlah hewan seperti Gajah, Burung Kuau, dan Siamang, akan dipantau menggunakan kamera pengintai.

“Kami ingin membuktikan, apakah menggunakan insting hewan ini benar-benar tepat seperti banyak teori yang berkembang,” ujar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Sumbar Ade Edward, Selasa, 26 April 2011.

Agar signal yang  dihasilkan dari sejumlah hewan ini efketif, kebun binatang mini ini akan dibangun tak jauh dari bibir pantai. Kawasan perbukitan di Gunung Padang yang sejajar dengan garis pantai direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan kebun binatang mini.

Pasca didiagnosis perairan Mentawai menyimpan potensi gempa dahsyat dan rentetan gempa dan tsunami yang menghantam Sumbar, beragam upaya mitigasi dilakukan. Pembangunan kebun binatang ini menjadi ide alternatif yang disampaikan staf khusus kepresidenan bidang bencana mengurangi dampak bencana gempa dan tsunami.

“Riset ini patut untuk dicoba. Hasilnya akan maksimal setelah kebun binatang ini selesai dibangun,” ujar Ade. Sejumlah donatur telah bersedia membantu pembangunan kebun binatang ini.

Sebagai upaya pengurangan risiko bencana, sejumlah kamera pengintai akan ditempatkan di lokasi kebun binatang untuk mengamati perilaku hewan-hewan yang dikarantina di sana. Penelitian ini muncul didasari dengan kemungkinan besar tentang kemampuan hewan yang mengetahui lebih cepat datangnya bencana ketimbang manusia.

Seperti Burung Kuau yang diyakini memiliki insting tajam terkait gempa. Burung yang tergabung dalam jenis Argusianus dikabarkan memiliki insting kuat terkait gempa. Hanya saja, hal ni perlu pembuktian karena hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membenarkan teori tersebut.

Di kebun binatang mini ini nantinya penelitian tersebut akan dilakukan sehingga teori-teori tersebut bisa menemukan faktanya. Riset panjang ini akan melibatkan sejumlah ahli dari universitas untuk memperkuat teori yang ada secara ilmiah.

Laporan Eri Naldi | Padang

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s