Dubes Somalia: Para ABK Akan Selamat

VIVAnews – Warga negara Indonesia yang ditawan oleh perompak Somalia kemungkinan besar akan kembali dengan selamat. Mereka tidak akan terluka maupun kekurangan makanan, karena mereka adalah aset berharga bagi para perompak.

Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Somalia untuk Indonesia, Muhamud Olow Barow, di kediamannya di Jakarta, Jumat, 15 April 2011. Dia mengatakan bahwa dari kasus-kasus penyanderaan sebelumnya hampir semua sandera bebas dalam keadaan selamat, tentu saja setelah pemilik kapal membayar tebusan.

“Berdasarkan pengalaman kami sejak tahun 2008 sampai sekarang, semua sandera berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.

Dia mencontohkan penyanderaan anak buah kapal (ABK) di kapal berbendera Taiwan yang telah disandera selama 10 bulan pada 2009 lalu. Setelah ditebus, mereka dibebaskan dan semua ABK dalam keadaan sehat.

Sebelumnya, tersiar kabar kesehatan para ABK menurun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya makanan dan minuman di dalam kapal. Para ABK juga dikatakan hanya makan satu kali sehari setiap harinya.

Barow membantah hal ini, dia mengatakan bahwa para mafia pasti menjaga agar para ABK tidak kelaparan selama ditawan.

“Itu tidak benar, mereka tahu cara beri makan para ABK,” ujarnya.

Barow menegaskan bahwa yang diincar oleh para perompak adalah uang, bukan nyawa. Jadi, jika terjadi sesuatu dengan para tawanan, malah justru akan membuat para perompak merugi.

“Jika terjadi apa-apa dengan ABK, mereka takut tidak mendapat duit. Ini adalah kepentingan nomor satu dari para perompak,” kata Barow.

Barow menjelaskan bahwa para perompak didukung oleh kekuatan mafia internasional. Para mafia ini berkepentingan untuk menjaga keselamatan para ABK. Dia mengatakan bahwa jika ditebus, sebanyak 70 persen dari keuntungannya akan jatuh ke tangan para mafia ini.

“Mafia inilah yang memberikan informasi seputar kapal kargo yang akan lewat dan memberikan fasilitas GPS kepada para perompak,” ujar Barow seraya mengatakan bahwa terkadang para mafia juga terlibat dalam proses negosiasi. (eh)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s