Kriteria Pengganti Stadion Lebak Bulus

VIVAnews – Target pembangunan fisik mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) dimulai Maret 2012. Pemilihan lahan pengganti stadion Lebak Bulus yang akan digusur akibat pembangunan depo MRT masih terus dilakukan Pemprov DKI.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, kriteria lokasi pengganti lahan Stadion Lebak Bulus tidak boleh merugikan masyarakat sekitar baik dari faktor sosial maupun ekonomi.

“Kami punya lapangan golf Lebak Bulus, sudah PHR (Peruntukan Ruang hijau). Kalau itu digunakan untuk stadion kan pas. Tidak ada yang dirugikan peruntukan dari komersial, pemukiman, perkantoran tidak berubah,” kata Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Rabu, 13 April 2011.

Selain itu, mantan Aster Kasad ini menambahkan, pemilihan lahan pengganti stadion juga harus melihat lingkungan di sekitarnya apakah mendukung untuk didirikan stadion olahraga atau tidak. Tentunya harus dipilih lahan yang lebih luas dari stadion yang ada saat ini.

“Kalau lebih besar lebih bagus, karena kanan kirinya untuk sarana olah raga. Kan berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ratiyono menargetkan lahan pengganti stadion Lebak Bulus ini telah tersedia pada Mei 2011. Pemkot berharap lahan pengganti ini cepat ada, sehingga anggaran pembebasan lahan bisa dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2011.

“Disorda akan mempercepat kajian studi dari tiga calon lahan yang akan dijadikan lahan pengganti stadion itu. Ketiga lahan tersebut yakni dua lokasi di persimpangan Jalan TB Simatupang dan satu lokasi lainnya di Jalan Ampera,” paparnya.

Panjang lintasan MRT rute Lebak Bulus-HI rencananya mencapai 15,2 kilometer (km) dengan rincian 10,3 km di permukaan tanah, serta 5 km di bawah tanah dengan 13 stasiun yang terdiri dari tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

Sebanyak enam stasiun bawah tanah yang akan dibangun di sepanjang rute tersebut, yakni di Masjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia, dan tujuh stasiun elevated yakni di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

MRT diharapkan mampu mengangkut 960.000 orang per hari dengan headway per 5 menit. Target waktu perjalanan dari Lebak Bulus-HI sekitar 30 menit. (umi)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s