Pengakuan Korban Perkosaan Milisi Khadafi

VIVAnews – Perempuan itu bernama Eman al-Obeidy. Suatu hari, sekitar dua minggu lalu, dengan berani ia menerobos masuk ke hotel tempat para wartawan menginap di Tripoli, Libya.

Wajahnya memar, begitu pula dengan kakinya. Sementara, darah terlihat di paha kanannya. Kepada para awak media, ia mengaku menjadi koban penyiksaan dan pemerkosaan ramai-ramai oleh milisi pendukung Moammar Khadafi. Ia ingin dunia tahu kisah tragisnya.

Setelah menceritakan penderitaannya, Eman al-Obeidy lantas ditangkap aparat Libya. Kamera wartawan yang sempat merekamnya dirampas. Tentara bahkan memukuli wartawan.

Baru-baru ini, atas bantuan putra Khadafi, Saadi, kantor berita CNN berhasil mewawancarai perempuan malang ini. Eman al-Obeidy datang mengenakan jubah hitam lengkap dengan kerudung.

Ia menyebut dirinya warga negara biasa, seorang muslimah yang cenderung konservatif. Namun, wajahnya memancarkan kekuatan. Ia ingin membersihkan namanya dari pemberitaan media Libya.

“Segala sesuatu yang mereka katakan tentang saya adalah bohong,” kata dia kepada Nic Robertson dari CNN. “Saya perempuan baik-baik, tak seperti yang digambarkan televisi Libya. Saya datang dari keluarga baik-baik,” tambah dia. “Mereka (media Libya) menyalahkan saya dan mempertanyakan kewarasan saya. Namun, saya bersikeras, saya menuntut hak saya, tanpa media sekalipun.”

Eman al-Obeidy lantas menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Diawali dengan penculikan, ia lalu dibawa ke salah satu markas tentara Moamar Khadafi. Para milisi sedang mabuk, mereka lalu mengikat dan menyiksanya.

Saat itu, di tengah ketidakberdayaannya, ia memutuskan merekam kondisi badannya saat itu, sebagai bukti: bahwa apa yang ia nyatakan adalah benar.

“Orang-orang menyalahkan saya, karena memamerkan tubuh saya, tapi saya dalam kondisi tertekan dan tak ada cara lain untuk menunjukkan bahwa saya disiksa,” kata lulusan sekolah hukum itu.

Ditambahkan Eman al-Obeidy para pelaku yang membuatnya tersiksa masih bebas berkeliaran, tidak dihukum.

Ia pun bersyukur, atas upaya Saadi Khadafi, ia bisa diwawancara dan menceritakan kisahnya dengan lebih lengkap. “Dia (Saadi) adalah orang rendah hati dan pengertian, ia memperlakukan saya dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, Saadi Khadafi berada di ruangan yang sama saat wawancara. Namun kehadirannya bukan merupakan gangguan untuk Al-Obeidy–meski ia menuding otoritas Libya tak mengenal hukum, brutal, dan melakukan banyak kebohongan.

Menanggapi pengakuan al-Obeidy, Saadi Khadafi mengatatakan, “Orang-orang yang bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan itu harus meneruma hukuman.” Pujian pun dia lontarkan untuk Obeidy. “Dia perempuan yang kuat.”

CNN harus menunda pengiriman video wawancara ini hingga 18 jam atas desakan pemerintah Libya untuk disensor terlebih dulu. Kemudian disepakati, semua kalimat Obeidy bisa ditayangkan, kecuali 10 detik percakapannya yang harus dipotong. (kd)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s