Buronan Bom Bali I Ditangkap di Pakistan?

VIVAnews – Buronan kasus terorisme yang terlibat Bom Bali I, Umar Patek, dikabarkan berhasil ditangkap di Pakistan. Umar Patek merupakan salah seorang petinggi Jemaah Islamiyah yang dikaitkan terlibat operasi Al Qaeda pimpinan Usamah bin Laden.

Seperti dikutip dari Al Jazeera, Patek dikabarkan ditangkap pada 2 Maret silam. Belum jelas apa aktivitas yang dilakukan Patek selama berada di Pakistan.

Penangkapan Patek diketahui dari dua petugas intelijen di Indonesia dan Filipina yang menjadi sumber Al Jazeera, yang mengutip salah seorang petugas mitra Amerika Serikat. Kedua sumber itu mengatakan mengenai sensitifnya isu penangkapan ini.

Keberadaan Patek diduga untuk merencanakan serangan bersama anggota senior Al Qaeda lain, menyambut 10 tahun peristiwa peledakan gedung World Trade Center 11 September 2001. Patek merupakan buronan utama Amerika Serikat, yang bahkan “menghargai” Patek sebesar US$1 juta.¬†

Keterlibatan Patek dalam Bom Bali I selama ini diduga sebagai asisten koordinator lapangan. Dalam pemboman klub malam itu, sebanyak 202 orang meninggal, sebagian besar merupakan wisatawan asing.

Patek dipercaya sebagai salah seorang yang pernah mengenyam pelatihan perang di Pakistan dan Afghanistan. Menurut Jamestown Foundation, sebuah lembaga kebijakan keamanan di Washington, Patek dipercaya sebagai salah satu tokoh senior terakhir di Jemaah Islamiyah. Keterlibatan Patek di kamp pelatihan Afghanistan menjadikannya memiliki banyak jaringan, termasuk untuk pendanaan aktivitas terorisme. (art)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s