Pabrik Baterai Buang Emisi, 1 Desa Keracunan

VIVAnews – Emisi dari sebuah pabrik baterai di China Timur dilaporkan telah meracuni lebih dari 100 warga desa setempat. Kurang lebih 35 di antaranya adalah anak-anak. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua, Sabtu 26 Maret 2011.

Menurut laporan tersebut, kasus ini sekaligus menambah koleksi serangkaian kasus pencemaran berat akibat logam di Negeri Tirai Bamu itu.

Sebanyak 139 warga di sebuah desa dekat Taizhou di pesisir Zhejiang didiagnosis memiliki kadar timbel baterai di dalam darah mereka. Temuan tersebut diumumkan Departemen kesehatan propinsi Taizhou, kemarin.

Yang mengkhawatirkan adalah tiga orang dewasa di antaranya memiliki kadar timbel tiga kali lipat di atas batas aman, meski belum ada warga yang mengalami keracunan timbel yang parah. Menurut pihak berwajib, polusi itu berasal dari pabrik baterai yang berlokasi di dekat desa.

“Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan bahwa kadar timbel yang dibuang pabrik baterai tersebut dalam bentuk gas dan air telah melebih batas aman. Jika dibiarkan, ini akan berdampak pada Bumi secara luas,” kata Jiang Xincai, pejabat lingkungan setempat.

Sekadar diketahui, timbel atau plumbum merupakan sejenis logam lunak berwarna abu-abu, yang umumnya dipakai untuk paduan membuat huruf pada percetakan. Dalam Bahasa Melayu, ia juga dikenali sebagai timah hitam.

Timbel merupakan unsur yang mempunyai nombor atom 82, nombor atom yang paling tinggi antara kesemua unsur-unsur stabil. Mengutip keterangan di Wikipedia, ia merupakan neurotoksin yang sangat poten (berbahaya), sama seperti raksa.

Sebab itu, warga desa disarankan untuk menghindari makanan yang berasal dari tanaman-tanaman di sekitar pabrik tersebut, termasuk dari desa, karena disinyalir air tanah di sana telah terkontaminasi oleh emisi.

Pabrik baterai yang identitasnya masih disembunyikan itu berlokasi hanya beberapa meter dari desa dekat Taizhou. Pabrik tersebut telah beroperasi sejak tahun 2005.

Saat ini, produksi baterai dihentikan sementara dan tidak diijinkan beroperasi hingga masalah pencemaran lingkungan ini diputuskan di meja hijau. (umi)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s