“JIN” Part 2

Setelah saya membahas tentang “Jin” di part 1, saya akan meneruskan tentang “JIN di part 2 ini.

Jin Takut Kepada Manusia

     Abud-Dunya meriwayatkan dai Mujahid, ia berkata: Ketika saya shalat pada suatu malam tiba-tiba makhluk sebesar anak kecil berdiri di hadapanku, lalu aku desak untuk kutangkap kemudian dia berdiri dan melompat ke belakang dingding hingga aku dengar bunyi jatuhnya. Setelah itu dia kemmbali lagi.

     Mujahid berkata: Sesungguhnya mereka takut kepada kalian sebagimana kalian juga takut kepada mereka.

     Diriwayatkan pula dari Mujahid, ia berkata: Syetan lebih takut kepada salah seorang dai kalian, karena itu jika dia menempatkan diri kepada kalian janganlah kalian takut karena akan mengalahkan kalian, tetapi bersikap keraslah kepadanya karena dia akan pergi.

     Al Hafizh Abu Bakar Muhammad bin Muhammad bin Sulaiman Al Baghindi berkata: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Bakkar bin Abu Maimunah, telah menceritakan kepada kami Ghiyats dari Hashin dari Mujahid, ia berkata: Setiap aku berdiri melakukan shalat ada syetan yang senantiasa menampakkan diri dalam bentuk Ibnu Abbas, lalu aku teringat akan perkataan ibnu Abbas. Kemudian aku selalu siap membawa pisau dan pada suatu hari dia menampakkan diri lagi kepadku lalu aku serang dan aku tusuk hingga jatuh dan terdengar suara jatuhnya (gedebug). Setelah itu aku tidak pernah melihatnya lagi.

     Tentang Al Hafizh Al Baghandi, Al Hafizh Ibnu Hajar berkata: ia dikenal melakukan tadiis, disamping kejujuran dan amanahnya.

    Saya berkata: Di sini ia telah menyatakan periwayatan secara tegas sehingga tadiis-nya menjadi aman.

Apakan Jin Menikah dan Memiliki Keturunan?

     Allah Berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاء مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً

 “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam , maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim”. (QS, Al Kahfi: 50)

     Al Qadhi Badrudddin Muhmmad bin Abdullah Asy Syibli berkata: “Ini menunjukkan bahwa mereka menikah dalam rangka memperoleh keturunan”.

     Sebagian ulama’ berdalil tentang pernikahan jin ini, dengan firman Allah:

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ …

“…bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin”. (QS, Ar Rahman: 56)

     Di sisi Baihaqi dari hadits Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya beberapa orang jin (sebanyak) 15 bersaudara dan anak paman (keponakan), mereka datang kepadaku malam ini, aku bacakan Al Qur’an kepada mereka”.

     Ibnu Jurair meriwayatkan dari Wahab bin Munabbih bahwa dia pernah ditanya tentang jin, apakah mereka makan, minum, mati dan menikah? Lalu dia jawab: Mereka ada beberapa jenis: jenis tulen berupa angin, tidak makan, tidak minum, tidak mati dan tidak beranak keturunan. Di antara mereka ada beberapa jenis yang makan, minum, mati dan menikah.

This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s